Mudik Lebaran 2026: 25 Juta Warga Jabar Diperkirakan Tumpah Ruah di Jalan

JatimVoice.com - Momen mudik Lebaran 2026 sebentar lagi mencapai puncaknya. Puluhan juta orang akan melakukan perjalanan, baik menuju kampung halaman atau ke keluarga terdekat. Di Jawa Barat, sedikitnya 25 juta orang atau tak kurang dari setengah warga diperkirakan akan tumpah ruah di jalan selama momen itu.
Sumber kompas.id


Dilansir dari berbagai sumber, Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi bahwa sebanyak 25,6 juta warga Jabar akan menempuh perjalanan saat momen Idul Fitri tahun ini. Garut menjadi daerah tujuan terbanyak, yakni mencapai 2,94 juta jiwa.

Jajang, warga Padasuka, Kota Bandung, misalnya, sudah berencana mudik ke Garut dalam beberapa hari ke depan. Anaknya sudah libur dan tidak lama lagi dia cuti. Seperti tahun sebelumnya, ia akan menggunakan sepeda motor bersama anak dan istrinya. Jarak Bandung dengan Garut kurang lebih 65 kilometer.

"Bawa barang secukupnya saja, perjalanan tidak jauh. Sebelumnya sudah simpan barang karena kerap pulang. Saat Lebaran, yang paling penting adalah silaturahminya," kata Jajang, Rabu (11/3/2026).

Namun, karena bakal lama di Garut, yakni sekitar 1 minggu, dia juga menyiapkan rencana agar rumahnya di Bandung tidak terbengkalai. Dia meminta asisten rumah tangga datang dua hari sekali membersihkan rumah. Nomor kontak petugas keamanan di kompleks rumahnya juga sudah ia simpan.

"Banyak orang nekat mendekati hari raya. Baru kemarin, ada insiden pecah kaca mobil di dekat kompleks kami. Ditinggal ke masjid, korbannya kehilangan laptop," katanya.

Sri Lestari, warga Kota Sukabumi, mengakui bahwa jalan tol jauh lebih nyaman. Namun, kenyamanan itu mesti dibayar dengan ongkos tol hingga biaya makan yang relatif lebih mahal. "Jalan arteri, meski lebih murah, risikonya macet. Tahun ini, saya sepertinya mau lewat arteri saja. Lebih hemat dan harus ngirit. Ekonomi sedang tidak baik," kata Sri, asal Kota Sukabumi yang hendak pulang kampung ke Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumilang mengatakan, jalan tol dan arteri punya peminatnya masing-masing. Namun, tahun ini, jalan tol masih bakal menjadi primadona. Tol Trans-Jawa di Jawa Barat (Japek-Cipali-Palikanci), misalnya, diperkirakan akan dilintasi 14,18 juta pemudik, Tol Cikampek-Cipularang-Padaleunyi bakal dipilih 1,96 juta pemudik.

Adapun di jalur arteri, rute tradisional Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar masih akan ramai. Jalan utama di jalur selatan menuju Jawa Tengah ini diperkirakan akan dilintasi 2,9 juta jiwa.

"Khusus di jalan arteri, kami sangat fokus pada potensi kemacetannya," katanya.

Jalur arteri yang diperkirakan akan kembali macet adalah Simpang Jomin-Simpang Mutiara dan Cikopo. Terkait ini, Dishub Jabar dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup 47 putaran balik (U-turn). Nantinya hanya akan dibuka delapan putaran balik untuk mengatasi macet di ruas tersebut.

Jalur lain yang diwaspadai adalah Ciawi-Cibadak-Sukabumi. Nantinya, semua pengemudi angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melewati jalur tersebut pada puncak mudik dan balik akan ditindak polisi. Pemerintah daerah setempat juga akan menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima di badan jalan.

Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi-Simpang Gadog-Puncak, Kabupaten Bogor. Untuk mengatasinya, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap dan satu arah di kawasan wisata ternama itu.

Simpang Susun Tol Cileunyi dan Nagreg di Kabupaten Bandung juga menjadi perhatian. Untuk mengurai kemacetan, pihaknya akan menyediakan alat pembaca kartu tol elektronik (mobile reader). "Selain itu, bakal ada papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu," kata Dhani.

Jalur terakhir yang diperkirakan macet adalah Plumbon-Kedawung-Cirebon. Pemerintah daerah akan menertibkan parkir di pinggir jalan dan pedagang kaki lima di badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Plumbon-Kedawung-Cirebon.

Dhani berharap, dengan segala persiapan itu, pemudik dapat melakukan perjalanan dengan tenang. Namun, demi menambahkan kenyamanan perjalanan, dia ingin pemudik juga memilih waktu mudik terbaik.

Sebagai pertimbangan, kata Dhani, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Sebanyak 8,9 juta warga Jabar akan mudik pada waktu tersebut.

Dia memperkirakan, kebanyakan pemudik memilih berangkat mudik pukul 04.00-10.00 WIB. Jumlah pemudik pada waktu tersebut diperkirakan mencapai 21,68 juta jiwa. Jumlah pemudik akan berkurang pada pukul 00.00-04.00 WIB dan pukul 11.00-23.00 WIB.

Kemudian, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua hari berbeda, yakni H+2 Idul Fitri atau Selasa (24/3/2026) dan H+6 Idul Fitri atau Sabtu (28/3/2026). Jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada H+2 Idul Fitri diperkirakan sebanyak 4,12 juta jiwa dan H+6 sebanyak 3,9 juta jiwa.

Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh menjelang siang atau pukul 05.00-10.00 WIB. Jumlah pemudik yang kembali paling sedikit diperkirakan pada pukul 23.00-00.00 WIB.

Prediksi itu setidaknya sesuai dengan Kinasih (45), warga Coblong, Bandung, yang memang akan pergi pada Rabu subuh. Dengan begitu, ia berharap punya waktu lebih banyak dengan keluarga di kampung halamannya di Semarang sebelum berwisata menuju Yogyakarta dan sekitarnya.

"Rencana pulang lagi ke Bandung Rabu (25/3/2026). Semoga tidak terlalu macet," katanya.

Kata sebagian orang, macet adalah sebaiknya saat mudik Lebaran. Namun, apabila tidak mesti mengalami macet, tentu menjadi hal luar biasa. Jika tetap mengalaminya, bayangkan saja hal-hal gembira saat tiba di tujuan.

Dalam upaya mengurangi kemacetan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan jalur alternatif. Ada delapan jalur alternatif di utara, empat jalur alternatif di tengah, dan lima jalur alternatif di selatan.

Dengan segala persiapan dan perencanaan yang matang, diharapkan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Masyarakat juga diharapkan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan.
Baca juga:
Berita sebelumnya Berita berikutnya

Advertorial »

نموذج الاتصال