Malang, JatimVoice.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,56% pada Desember 2025, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) dan year-on-year (yoy) tercatat 2,81%. Kenaikan harga cabai rawit menjadi pendorong utama inflasi bulanan, sedangkan emas perhiasan mendominasi inflasi tahunan.
![]() |
| Sumber bisnis.com |
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyatakan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi mtm sebesar 0,36%. "Komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai rawit," ujar Umar pada Senin (5/1/2026), seperti dilansir Bisnis.com dan Antara News.
Secara yoy dan ytd, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang utama dengan andil 1,04%, didorong oleh lonjakan harga emas perhiasan. Sepanjang 2025, harga emas perhiasan naik hingga 61,73%, memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan.
Komoditas lain yang memicu inflasi mtm meliputi emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah, dan bensin. Sementara untuk inflasi ytd, penyumbang utama selain emas perhiasan adalah beras, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Umar menjelaskan bahwa kenaikan harga hortikultura seperti cabai rawit dan bawang merah dipicu oleh penurunan produksi akibat curah hujan tinggi di Desember 2025, yang mengganggu produksi dan distribusi. Di sisi lain, tren kenaikan harga emas global berlanjut sepanjang tahun, dengan harga emas dunia melonjak sekitar 60-65% pada 2025 akibat ketidakpastian ekonomi global dan permintaan investasi.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai inflasi emas sebagai kontributor utama sepanjang 2025. "Situasi perekonomian global dan domestik yang masih diliputi ketidakpastian mendorong permintaan emas untuk kebutuhan investasi meningkat sehingga harga emas melambung tinggi," katanya.
Ia menambahkan bahwa gejolak harga emas berada di luar kendali Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun Nasional (TPIN). Selain itu, cuaca ekstrem, bencana alam, serta momen liburan sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru) turut berkontribusi terhadap inflasi Desember.
Menatap 2026, Joko memperingatkan bahwa cuaca ekstrem yang berlanjut serta gejolak harga minyak mentah—di tengah konflik di Amerika Latin akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela—berpotensi memengaruhi inflasi Januari mendatang. "Hal ini harus dimitigasi oleh pemegang kebijakan moneter dan fiskal di bawah payung TPIN dan TPID," pungkasnya.
Inflasi Kota Malang sepanjang 2025 tetap terkendali dalam batas aman sesuai prediksi Bank Indonesia, meski tantangan pengendalian harga pangan dan emas terus menjadi fokus utama.
Tags
Ekonomi

