JatimVoice.com - Dalam menghadapi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) jika situasi keamanan memburuk. Dilansir dari berbagai sumber, KBRI memantau situasi di Iran dan sekitarnya dengan sangat serius.
![]() |
| Sumber kompas.com |
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa meskipun situasi di Teheran dan kota-kota lainnya masih kondusif, status keamanan Siaga 1 yang diberlakukan Kemlu RI untuk Iran sejak Juni 2025 masih berlaku. "Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan," kata Heni melalui pernyataan tertulis.
KBRI Teheran secara rutin menjalin komunikasi aktif dengan para WNI di Iran untuk memantau keselamatan mereka. Hingga saat ini, KBRI Teheran belum menerima laporan adanya WNI yang menghadapi ancaman baik secara langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan. Namun, WNI diminta untuk terus waspada dan menjaga komunikasi dengan KBRI.
Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan antara AS dan Iran belum kunjung reda. Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/2) menyampaikan bahwa Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Trump juga mengancam bahwa "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi jika kesepakatan gagal tercapai. Selain itu, Trump juga mengatakan bahwa sebuah "armada besar" tengah berlayar ke Iran.
Menurut laporan Financial Times, 16 kapal perang dengan total 40.000 personel serta 7 skuadron udara yang masing-masing terdiri dari 70 jet tempur telah disiagakan AS di berbagai pangkalan di Timur Tengah. Situasi tersebut memicu sejumlah negara untuk meminta warganya yang masih berada di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut, antara lain Jerman, Polandia, Swedia, serta India dan Korea Selatan.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sebelumnya juga telah meminta WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan situasi terkini. "Kami terus memantau situasi di Iran dan sekitarnya, dan kami siap membantu WNI yang membutuhkan," kata Retno.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara AS dan Iran memang sangat tegang. AS telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran dan membatasi akses Iran ke sistem keuangan internasional. Iran juga telah meningkatkan program nuklirnya, yang membuat AS dan negara-negara lain khawatir.
Dalam situasi yang sangat tidak pasti ini, KBRI Teheran terus berupaya untuk memastikan keselamatan WNI di Iran. "Kami terus bekerja sama dengan pemerintah Iran dan negara-negara lain untuk memastikan keselamatan WNI," kata Heni.
WNI di Iran diminta untuk tetap waspada dan menjaga komunikasi dengan KBRI. Mereka juga diminta untuk memantau perkembangan situasi terkini dan mengikuti instruksi dari pemerintah Indonesia. Dengan demikian, diharapkan WNI di Iran dapat tetap aman dan selamat dalam situasi yang sangat tidak pasti ini.
Dalam beberapa hari mendatang, situasi di Iran kemungkinan akan terus berkembang. Oleh karena itu, KBRI Teheran terus berupaya untuk memastikan keselamatan WNI di Iran. Dengan kerja sama yang baik antara KBRI, pemerintah Indonesia, dan negara-negara lain, diharapkan WNI di Iran dapat tetap aman dan selamat.
Situasi di Iran memang sangat tidak pasti, namun dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik, diharapkan WNI di Iran dapat tetap aman dan selamat. KBRI Teheran terus berupaya untuk memastikan keselamatan WNI di Iran dan siap membantu mereka yang membutuhkan.
Tags
Internasional


