Teheran, JatimVoice.com - Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, di tengah eskalasi perang yang makin luas dan gangguan serius terhadap jalur distribusi energi internasional.
![]() |
| Sumber CNBC Indonesia |
Dilansir dari berbagai sumber, peringatan tersebut disampaikan setelah pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal dagang di perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026). Badan energi internasional (International Energy Agency/IEA) telah sepakat melepas cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk meredam guncangan pasokan energi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk sejak krisis minyak 1970-an.
"Bersiaplah harga minyak menjadi US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional, yang telah Anda destabilisasi," kata juru bicara komando militer Iran Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington.
Zolfaqari juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons dengan menyerang bank-bank yang melakukan bisnis dengan AS atau Israel, setelah kantor sebuah bank di Teheran terkena serangan pada malam sebelumnya. Ia juga meminta masyarakat di Timur Tengah agar menjaga jarak 1.000 meter dari bank-bank di kawasan tersebut.
Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua pekan lalu telah menewaskan sekitar 2.000 orang. Konflik tersebut juga meluas ke wilayah Lebanon serta menyebabkan kekacauan di pasar energi global dan sektor transportasi.
Meskipun Pentagon menggambarkan operasi udara terhadap Iran sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Teheran menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan balasan. Pada Rabu, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan sejumlah target lain di Timur Tengah.
Di perairan Teluk, tiga kapal dilaporkan terkena serangan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan mereka menembaki kapal-kapal di kawasan tersebut yang tidak mematuhi perintah mereka.
Harga minyak global yang sempat melonjak hingga hampir US$120 per barel pada awal pekan kemudian turun kembali ke sekitar US$90. Namun pada Rabu, harga kembali naik hampir 5% akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Keterlibatan Iran dalam konflik ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan jalur distribusi energi internasional. Iran merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dan gangguan pasokan dari negara ini dapat menyebabkan lonjakan harga minyak yang signifikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, konflik di Timur Tengah telah menyebabkan kekacauan di pasar energi global. Dengan peringatan Iran tentang lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Pemerintah dan lembaga internasional harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik ini dan memastikan keamanan jalur distribusi energi internasional. Masyarakat juga harus siap menghadapi kemungkinan lonjakan harga minyak dan dampaknya terhadap perekonomian global.
Dalam beberapa jam terakhir, situasi di Timur Tengah masih terpantau sangat tidak stabil. Peringatan Iran tentang lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel harus dijadikan perhatian serius oleh dunia.
Tags
Internasional


