JatimVoice.com - Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan lolos dari dua serangan Amerika Serikat-Israel yang ditargetkan pada dirinya. Serangan pertama terjadi di rumah pemimpin pendahulu Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang juga ayahanda Mojtaba, sedangkan serangan kedua terjadi di rumah sakit tempat Mojtaba dirawat.
![]() |
| Sumber CNN Indonesia |
Dilansir dari berbagai sumber, anggota DPR Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi mengungkapkan bahwa Mojtaba berada di rumah Ayatollah Ali Khamenei saat serangan pertama berlangsung. "Namun, dia lolos dari pembunuhan," kata Rezaei dalam laporan media pemerintah Iran IRNA.
Serangan kedua yang dilakukan oleh AS-Israel menargetkan rumah sakit tempat Mojtaba dirawat, namun kembali gagal mencapai tujuan mereka membunuh Mojtaba. Sebelumnya, media pemerintah televisi Iran melaporkan bahwa Mojtaba terluka dalam serangan hari pertama AS dan Israel. Media Amerika Serikat, New York Times, juga melaporkan bahwa Mojtaba terluka berdasarkan informasi dari tiga sumber pejabat Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menduga bahwa Mojtaba terluka akibat serangan mereka pada 28 Februari. Namun, anak Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian, menginformasikan bahwa Mojtaba memang terluka, namun telah selamat dan sehat.
Mojtaba terpilih menjadi pemimpin tertinggi terbaru Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei dalam pemungutan suara di Majelis Ahli pada awal pekan ini. Pemilihan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran menimbulkan kontroversi dan reaksi keras dari beberapa pihak, termasuk Amerika Serikat dan Israel.
Serangan AS-Israel pada Mojtaba merupakan upaya untuk menggagalkan kepemimpinan baru Iran dan mempengaruhi kebijakan negara tersebut. Namun, dengan lolosnya Mojtaba dari serangan-serangan tersebut, dapat dipastikan bahwa kepemimpinan baru Iran akan terus berlanjut dan berkomitmen untuk menjalankan kebijakan negara.
Dalam situasi ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Iran dan reaksi keras dari beberapa pihak. Amerika Serikat dan Israel telah meningkatkan tekanan pada Iran melalui sanksi ekonomi dan diplomatik, namun Iran tetap berkomitmen untuk menjalankan kebijakan negara dan meningkatkan kekuatan nasional.
Dengan kejadian ini, dapat dipastikan bahwa situasi di Timur Tengah akan terus meningkat dan mempengaruhi stabilitas regional. Oleh karena itu, komunitas internasional harus terus bekerja sama untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah meningkatkan pengaruhnya di Timur Tengah melalui dukungan pada beberapa kelompok militan dan pengembangan program nuklir. Amerika Serikat dan Israel telah meningkatkan tekanan pada Iran untuk menghentikan program nuklir dan mengurangi pengaruhnya di wilayah tersebut.
Namun, dengan kepemimpinan baru Iran, dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan terus berkomitmen untuk menjalankan kebijakan negara dan meningkatkan kekuatan nasional. Oleh karena itu, komunitas internasional harus terus memantau perkembangan situasi di Iran dan bekerja sama untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.
Tags
Internasional


