Presiden Prabowo Subianto Menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Bersama Donald Trump

Swiss, JatimVoice.com - Dalam sebuah momen yang dinilai sebagai langkah maju dalam hubungan internasional, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam pertemuan tahunan di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. 
Sumber detik.com


Dilansir dari berbagai sumber, acara tersebut merupakan inisiatif dari Trump untuk mengumpulkan para pemimpin dunia guna membahas isu-isu perdamaian dan keamanan global. Dalam kesempatan tersebut, Trump secara langsung menyambut Prabowo dengan menunjukkan gestur persahabatan, yakni dengan menepuk-nepuk Prabowo dan menyebutnya sebagai pria tangguh.

Dalam acara yang disiarkan melalui YouTube AP, terlihat Prabowo maju bersama Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, untuk menandatangani piagam tersebut. Saat itu, Trump menyalami keduanya sebagai tanda persahabatan dan sambutan hangat. Saat Prabowo dan Viktor hendak duduk, Trump kembali menunjukkan gestur yang mengundang perhatian dengan mengatakan bahwa keduanya adalah pria yang tangguh. Ia juga sempat menepuk pundak Prabowo sebagai tanda penghargaan.

Dalam sambutannya, Trump menekankan bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia. Ia menyebutkan bahwa dewan ini melibatkan banyak negara dan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump juga mengklaim bahwa dunia saat ini lebih kaya, lebih aman, dan jauh lebih damai daripada setahun yang lalu.

Trump juga menyapa setiap kepala negara dan kepala pemerintah yang hadir, dengan bangga menyebutkan bahwa sebagai presiden, ia telah mengakhiri 8 perang dalam 9 bulan, termasuk di Kamboja dan Thailand. Pernyataan ini tentu menarik perhatian banyak pihak, terutama dalam konteks penanganan konflik global.

Setelah sambutan, para kepala negara dan pemerintah kemudian dipanggil untuk menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Prabowo kemudian duduk di sisi kiri Trump untuk menekan piagam tersebut, sebagai tanda komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian global.

Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini juga diwarnai dengan komitmen untuk menjaga proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara atau two-state solution. Indonesia menegaskan bahwa partisipasi di Dewan Perdamaian ini bukan menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina. Sebaliknya, Indonesia akan menggunakan kesempatan ini untuk menyuarakan penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, dan pemulihan tata kelola sipil Palestina.

Dengan langkah ini, Indonesia menunjukkan posisinya sebagai negara yang aktif dalam mendukung perdamaian dan keamanan global, sekaligus menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan, terutama di Palestina. Partisipasi Prabowo dalam penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di tingkat global.

Melalui keikutsertaannya dalam Dewan Perdamaian, Indonesia berharap dapat berkontribusi pada diskusi global tentang perdamaian dan keamanan, serta dapat memainkan peran aktif dalam mendorong solusi damai untuk konflik-konflik yang ada. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian global, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam hubungan internasional.

Dalam konteks yang lebih luas, pembentukan Dewan Perdamaian oleh Trump dapat dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan peran Amerika Serikat dalam menangani isu-isu global, terutama dalam konteks perdamaian dan keamanan. Namun, efektivitas dari dewan ini masih perlu dilihat dalam jangka panjang, terutama dalam menangani tantangan-tantangan yang kompleks di tingkat global.

Dengan demikian, penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian oleh Prabowo dan Trump merupakan langkah penting dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta dalam konteks global. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung perdamaian dan keamanan global, serta untuk meningkatkan kerja sama dalam menangani tantangan-tantangan yang ada.

Dalam akhir acara, Prabowo dan Trump menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan global. Dengan demikian, diharapkan bahwa Dewan Perdamaian ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam menangani isu-isu perdamaian dan keamanan.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال