Malang, JatimVoice.com - Hipospadia, sebuah kelainan bawaan yang mempengaruhi organ genital, ternyata tidak sebegitu langka di Indonesia. Menurut Dr. Safrina Dewi Ratnaningrum, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Konsultan Genetika, tren kasus hipospadia di Indonesia menunjukkan jumlah yang cukup signifikan, terutama di wilayah rujukan kesehatan.
![]() |
| Sumber RRI |
Dalam wawancara dengan rri.co.id, Selasa (3/2/2026), Dr. Safrina menyebutkan bahwa Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur, telah menangani ratusan kasus hipospadia dalam enam tahun terakhir. Tercatat sekitar 400 kasus hipospadia yang dirujuk dan ditangani di RSSA.
Angka kejadian hipospadia memang bervariasi di setiap negara dan wilayah. Faktor lingkungan, genetik, serta gaya hidup masyarakat diduga ikut memengaruhi tingginya kasus di suatu daerah. Dr. Safrina menjelaskan bahwa secara global, data hipospadia sangat bervariasi.
Meningkatnya kesadaran masyarakat dan tenaga medis juga berperan dalam naiknya angka temuan kasus hipospadia. "Sekarang lebih banyak kasus yang terdeteksi dan dilaporkan," ungkapnya.
Dr. Safrina berharap ke depan Indonesia memiliki sistem pencatatan nasional yang lebih terintegrasi. Dengan data yang baik, upaya pencegahan dan penanganan hipospadia bisa lebih optimal. "Dengan data yang baik, kita bisa lebih efektif dalam menangani kasus hipospadia dan mencegahnya," pungkasnya.
Ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi akan membantu dalam memahami lebih baik tentang hipospadia dan cara penanganannya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan penanganan hipospadia, serta dapat meningkatkan kualitas hidup penderita kelainan ini.
Hipospadia sendiri adalah sebuah kelainan bawaan yang mempengaruhi organ genital, terutama pada anak laki-laki. Kelainan ini dapat menyebabkan uretra tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga mempengaruhi fungsi genital. Penanganan hipospadia biasanya melibatkan operasi untuk memperbaiki kelainan tersebut.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan ketersediaan data yang akurat, diharapkan penanganan hipospadia dapat lebih efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan kualitas hidup penderita kelainan ini.
Tags
Kesehatan

