Ancaman Intervensi Militer di Iran, China: Tidak Boleh Ada Campur Tangan Asing

Beijing, JatimVoice.com - Pemerintah China dengan tegas menyatakan bahwa mereka menentang keras campur tangan asing dalam urusan internal negara lain. Pernyataan ini disampaikan menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan melakukan intervensi militer jika Iran terus melakukan tindakan keras terhadap para demonstran.
Sumber detik.com


"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin. Dia menambahkan bahwa semua pihak harus melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Dilansir dari berbagai sumber, termasuk kantor berita AFP, pernyataan Mao Ning ini muncul setelah Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer jika Teheran membunuh para demonstran. Selama dua minggu terakhir, Iran telah diguncang aksi protes yang semakin membesar, meskipun ada penindakan yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menjadi "pembantaian".

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuduh AS dan Israel selaku musuh-musuh Iran, berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan di negaranya. Menurutnya, musuh-musuh Iran berupaya melakukan hal ini setelah gagal membuat Iran bertekuk lutut dalam perang pada Juni tahun lalu.

"Musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan," kata Pezeshkian dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran. Dia menambahkan bahwa AS dan Israel "melatih kelompok-kelompok tertentu" di dalam negeri dan di luar negeri, serta membawa "para teroris dari luar negeri" untuk membakar masjid, pasar, dan tempat-tempat umum.

Pezeshkian mengecam serangan baru-baru ini terhadap tempat-tempat umum, termasuk masjid, di Teheran dan kota-kota Iran lainnya. Dia menyalahkan AS dan Israel atas rentetan tindak kekerasan selama unjuk rasa berlangsung di Iran.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan kembali bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan di Iran. Dia menuduh kedua negara itu gagal membuat rakyat Iran "bertekuk lutut" selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu, dan sekarang berusaha melakukan hal yang sama melalui "kerusuhan".

Pernyataan Pezeshkian ini muncul setelah unjuk rasa yang dimulai bulan lalu, untuk memprotes kondisi ekonomi yang memburuk, berubah menjadi aksi protes yang diwarnai tindak kekerasan sejak pekan lalu. Pemerintah Iran telah melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah para demonstran, namun situasi masih terus memburuk.

Dalam situasi yang semakin memanas ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan di Iran. Dengan ancaman intervensi militer dari AS dan tuduhan dari Iran bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan, situasi di Timur Tengah semakin kompleks dan tidak pasti.

Oleh karena itu, pernyataan China yang menentang campur tangan asing dalam urusan internal negara lain sangat penting. China menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Dengan demikian, diharapkan situasi di Iran dapat segera stabil dan kondusif, serta tidak ada lagi campur tangan asing yang dapat memperburuk situasi.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال