Makassar, JatimVoice.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah melakukan upaya identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 4-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel. Dilansir dari berbagai sumber, proses identifikasi ini melibatkan pengumpulan data ante mortem dan post mortem dari pihak keluarga korban.
![]() |
| Sumber antaranews |
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa tim DVI telah mengambil delapan sampel DNA dari keluarga korban. Proses ini dilakukan untuk memperlancar identifikasi korban yang ditemukan tim SAR gabungan. "Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum," ujar Didik Supranoto.
Proses identifikasi korban dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem yang diperoleh dari pihak keluarga dengan korban yang ditemukan. "Dari data awal ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan, apakah sesuai dengan pihak penerbangan perusahaan itu. Kita masih menunggu penyerahan jasad korban atau temuan lainnya," tutur Didik.
Untuk memperlancar proses identifikasi, tim DVI telah bekerja sama dengan Biddokes Polda lain tempat keluarga korban berdomisili. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengambilan data dan sampel DNA. "Ada empat keluarga korban yang datang ke DVI dan empat keluarga yang didatangi tim di kediaman masing-masing. Data korban ini nanti disampaikan setelah diidentifikasi," katanya.
Terkait dengan dua jenazah korban yang telah ditemukan tim pencarian dalam operasi SAR, Didik Supranoto menjelaskan bahwa diduga kuat adalah kru pesawat ATR tersebut. Namun, identitas korban belum dapat diumumkan untuk menghindari kesalahan.
Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri, AKBP Wahyuhidayati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi tentang dua korban yang ditemukan. Namun, jenazah belum diterima untuk dilakukan pemeriksaan. "Setelah ada jenazah baru bisa dilakukan post mortem. Jadi untuk jenazah pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenazah. Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Supaya, nanti terdata dengan baik nomornya, segala administrasinya," tutur Wahyuhidayati.
Sejauh ini, belum ada jenazah yang tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel. Namun, tim DVI terus bergerak mengumpulkan data ante mortem dari pihak keluarga korban. "Ini ternyata keluarga-keluarganya itu tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada di Jabar, ada di Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga," ucapnya.
Dalam operasi SAR hari ketiga, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dengan jenis kelamin perempuan berada di jurang Gunung Bulusaraung pada kedalaman 50 meter dari puncak. Sehari sebelumnya, tim menemukan jenazah korban laki-laki di lereng jurang.
Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR di Sulawesi Selatan masih terus berlangsung. Tim DVI dan SAR gabungan terus bekerja sama untuk menemukan dan mengidentifikasi korban. Keluarga korban juga diharapkan dapat bekerja sama dengan tim DVI untuk memudahkan proses identifikasi.
Tags
Nasional

