Wabup Malang Dorong Anak Usia Dini Jadi Sasaran Prioritas Makan Bergizi Gratis

Malang, JatimVoice.com - Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, mendorong anak usia dini pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi prioritas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan Lathifah saat menghadiri grand opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Umi Tiga Pilar Bahagia di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare.
Sumber Jatim Times


Dilansir dari berbagai sumber, Lathifah berharap anak usia dini pada program PAUD turut menjadi prioritas penerima manfaat MBG karena merupakan golden age atau masa emas dalam tumbuh kembang anak. "Saya berharap PAUD itu mendapatkan prioritas, karena PAUD inikan golden age," ujar Lathifah.

Usia dini yang masuk pada periode krusial tumbuh kembang anak memerlukan stimulasi, termasuk pemenuhan gizi melalui program MBG. "Di samping memerlukan stimulasi untuk pengembangan di bidang kecerdasan baik intelektual maupun multiple intelligence, maka juga perlu asupan gizi yang cukup. Supaya antara jasmani dan rohani itu perkembangannya imbang," jelasnya.

Lathifah juga meninjau langsung sejumlah fasilitas, termasuk dapur pada SPPG di Desa Putukrejo tersebut. Pada penekanannya, Lathifah menegaskan agar penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dijalankan secara optimal. Lathifah juga meminta agar seluruh menu MBG yang disajikan nantinya senantiasa berkualitas, higienis, dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong penambahan jumlah dapur MBG seiring perluasan sasaran penerima manfaat dan kesiapan sumber daya di lapangan. Hingga saat ini, lebih dari 80 dapur MBG telah beroperasi. Di mana, puluhan lainnya dari target 233 SPPG telah dipersiapkan di berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.

Kehadiran SPPG di Desa Putukrejo yang telah diresmikan tersebut turut menambah jumlah dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Malang sebagai upaya memperkuat jaringan layanan pemenuhan gizi. Lathifah juga mengajak seluruh pihak, baik pengelola dapur, pemerintah desa, maupun masyarakat untuk terus menjaga kualitas layanan, kebersihan, keamanan pangan, hingga akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG.

"Jadikan dapur MBG ini sebagai pusat layanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang," pungkasnya. Pemerintah Kabupaten Malang juga sangat mendorong agar operasional dapur MBG ini melibatkan pelaku usaha lokal, petani, peternak, UMKM, hingga penyedia bahan pangan di wilayah Kecamatan Kalipare.

Dengan demikian, diharapkan bahwa program MBG dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar program strategis dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Malang juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Umi Tiga Pilar Bahagia yang telah mengambil peran nyata dan aktif dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meningkatkan jumlah dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Malang.

Dengan demikian, diharapkan bahwa program MBG dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Malang juga terus mendorong penambahan jumlah dapur MBG seiring perluasan sasaran penerima manfaat dan kesiapan sumber daya di lapangan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meningkatkan jumlah dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Malang.

Pemerintah Kabupaten Malang juga sangat mendorong agar operasional dapur MBG ini melibatkan pelaku usaha lokal, petani, peternak, UMKM, hingga penyedia bahan pangan di wilayah Kecamatan Kalipare. Dengan demikian, diharapkan bahwa program MBG dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال