JatimVoice.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengusulkan agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dinaikkan menjadi 7%. Usulan ini menuai reaksi dari Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang berharap usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjegal partai-partai baru.
![]() |
| Sumber detik.com |
Menurut Ali, PSI menghargai masukan dari Partai NasDem, namun berharap usulan tersebut tidak menjadi bumerang bagi NasDem pada 2029. Ali juga menekankan bahwa semangat membangun bangsa jangan sampai terdegradasi oleh pikiran tersebut.
"Semoga ini bukan satu pikiran, semangat, untuk menjegal partai-partai yang baru ya kan?" ujar Ali kepada wartawan, Selasa (24/2/2026). "Jadi semangat sejatinya membangun bangsa ini tidak terdegradasi oleh pikiran dari Pak Surya Paloh tersebut."
Ali juga menyebut bahwa PSI tidak khawatir atas usulan ambang batas parlemen berapa pun angkanya. Menurutnya, PSI sudah mempersiapkan segala kemungkinan dan akan lebih adaptif.
"Bagi kami 4%, 3%, 7%, itu bukan hal. Karena kami mempersiapkan diri, kami sudah mempersiapkan partai ini untuk adaptif dengan segala kemungkinan-kemungkinan yang akan datang," ucapnya.
Ali juga berbicara soal amanat reformasi yang memberikan peluang sebesar-besarnya untuk partai politik. Ia menyinggung keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus ambang batas presidential threshold (PT).
"Tiga partai politik di zaman Orde Baru dulu, kan. Terus kemudian reformasi, kemudian amanat reformasi itu memberikan ruang sebesar-besarnya untuk partai politik, kan," kata Ali.
Sementara itu, Surya Paloh tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen ditingkatkan menjadi 7%. Paloh menilai ambang batas 7% jauh lebih efektif.
"Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif," ujar Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).
Paloh juga menyinggung banyaknya partai politik dan mempertanyakan untuk apa demokrasi kalau tidak membawa kemanfaatan.
"Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki," ujarnya.
Dilansir dari berbagai sumber, perbedaan pandangan antara NasDem dan PSI terkait usulan ambang batas parlemen 7% menunjukkan bahwa partai-partai politik masih memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait isu ini. Namun, yang jelas adalah bahwa usulan ini dapat memiliki dampak signifikan pada sistem politik di Indonesia.
Tags
Politik


