Angin Kencang Melanda Jawa Timur, Kecepatan Capai 55,8 km/jam

Surabaya, JatimVoice.com - Sejumlah wilayah di Jawa Timur dilanda angin kencang dalam beberapa hari terakhir. Data terbaru menunjukkan kecepatan angin di beberapa daerah bahkan menembus lebih dari 50 km/jam. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur (@bmkg.iklimjatim) pada Sabtu (7/3/2026) dalam pembaruan kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur.
Sumber jatimtimes


Dilansir dari berbagai sumber, BMKG melaporkan bahwa kecepatan angin tertinggi tercatat di Stasiun AWS Maritim Perak II Surabaya dengan angka mencapai 55,8 km/jam. Sementara itu, beberapa wilayah lain juga mencatat kecepatan angin mendekati 50 km/jam, di antaranya: AWS Maritim Perak II Surabaya: 55,8 km/jam, AAWS Tuban, AWS Digi Stamet Kalianget Sumenep, dan AWS UNIDA Gontor Ponorogo: 49,3 km/jam, serta AWS Digi Stamet Tuban: 49,0 km/jam.

Data tersebut menunjukkan sejumlah wilayah pesisir hingga daratan Jawa Timur mengalami peningkatan intensitas angin dalam periode pemantauan tersebut. Prakirawan BMKG Juanda menjelaskan bahwa gangguan atmosfer tersebut berkaitan dengan pola dinamika atmosfer di wilayah Indonesia. Gangguan atmosfer tersebut meliputi adanya pola angin konvergensi, aktifnya gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) dan Gelombang Low Frequency, serta adanya tiga sistem tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia.

Kondisi atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara signifikan di sejumlah wilayah, yang dapat menyebabkan hujan deras disertai petir dan angin kencang. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area yang berpotensi terdampak angin kencang. "Tetap waspada bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat melintasi area yang banyak pohon besar atau papan reklame," imbau BMKG.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Dalam beberapa hari terakhir, Jawa Timur dilanda hujan deras dan angin kencang yang dipicu oleh sejumlah gangguan atmosfer. Sebanyak 145 gempa juga mengguncang Jawa Timur dalam sepekan terakhir.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama angin kencang dan hujan deras. BMKG akan terus memantau kondisi cuaca dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Baca juga:
Lebih baru Lebih lama

Advertorial »

نموذج الاتصال