Surabaya, JatimVoice.com - DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran pada Ramadan tahun ini dengan kegiatan yang sangat mulia. Dalam kesempatan tersebut, PDIP Jatim menghadirkan 500 anak yatim dan 50 janda duafa untuk menerima santunan. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang konsisten dilakukan oleh PDIP Jatim setiap Ramadan, khususnya bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran.
![]() |
| Sumber detik.com |
Dilansir dari berbagai sumber, Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah mengatakan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud komitmen partainya untuk selalu menempatkan ibu-ibu janda dan anak yatim di tempat terhormat. "Marilah doakan bersama agar DPD PDIP Jatim bisa melaksanakan ini setiap tahun sekali di setiap peringatan Nuzulul Quran. Setidak-tidaknya, Wa Insyaallah, dalam kesempatan apa pun, dalam agama apa pun, kami akan selalu menempatkan ibu-ibu janda dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDI Perjuangan," katanya.
Said menjelaskan bahwa PDIP sebagai partai yang identik dengan wong cilik ingin merayakan Nuzulul Quran bersama masyarakat kecil, terutama anak yatim dan kaum dhuafa. "Itu kami lakukan karena ideologi kami, kecintaan kami, kecintaan partai kami sebagai partai wong cilik, PDIP bersama wong cilik. Barokah itu yang ingin kami dapatkan bersama Ibu para janda dan anak yatim, insya Allah barokah itu kami dapatkan," bebernya.
Said berharap PDIP Jatim terus konsisten membantu wong cilik, sekaligus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. "Mudah-mudahan juga ini bukan Ramadan terakhir bagi kita semua. Insya Allah kita akan bertemu di bulan Ramadan tahun depan. Kita saling mendoakan panjang umur, umur barokah, dan umur yang dirahmati Allah SWT," katanya.
Selain kegiatan santunan, Said juga menyebutkan bahwa pihaknya telah membagikan 360 ribu paket sembako di berbagai wilayah Jatim sejak 1 Maret. "Dan di Jawa Timur mulai 1 Maret kemarin sudah disebar 360 ribu paket sembako, ada beras, ada minyak goreng, ada gula. Bahwa Jawa Timur banyak (penduduknya), kemampuan kami yang penting di internal kami bisa bergotong royong," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Said juga menyoroti konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Said menyesalkan konflik tersebut dan berharap perang segera berakhir. "Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi. Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami, jangan sampai itu terjadi," katanya.
Said juga menyatakan duka mendalam atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. "Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Khamenei karena bagaimanapun dia adalah saudara kami, saudara seagama, saudara sekemanusiaan," katanya.
Said berharap perang tidak akan membawa keuntungan bagi siapapun, selain membunuh kemanusiaan kita. "Dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di manapun yang akan membawa keuntungan bagi siapapun, selain membunuh kemanusiaan kita," jelasnya.
Said juga menyoroti peran Trump dalam konflik tersebut. "Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditimpakan oleh Trump dan Israel di Timur Tengah? Kenapa Trump menjepit negara-negara teluk dengan menggandeng Israel, kan posisinya susah. Negara teluk susah, membela Israel akan dikecam rakyatnya dan dunia internasional, sementara membela Iran dia juga akan digebukin Amerika," pungkasnya.
Tags
Politik


