Jakarta, JatimVoice.com - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2024) pukul 23.37 WIB. Dilansir dari berbagai sumber, peristiwa ini masih berselubung misteri, dan hingga kini pelaku belum teridentifikasi atau tertangkap.
![]() |
| Sumber kompas.c9m |
Peristiwa itu terjadi saat Andrie mengendarai sepeda motor dan melintas di lokasi. Dua pelaku yang juga mengendarai sepeda motor, diduga Honda Beat keluaran 2016–2021, menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku pertama yang berperan sebagai pengendara mengenakan kaus putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau buff hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya. Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, menemukan indikasi bahwa aktivitas Andrie telah dipantau oleh pihak tertentu dalam beberapa hari terakhir. "Kami punya bukti-buktinya. Kami menelusuri beberapa hari ini Andri diintai dari rumahnya, dari messnya, tempat-tempat berkunjungnya," ujar Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2024).
Isnur menambahkan bahwa pihaknya masih mencari tahu siapa pelaku penyiraman air keras tersebut dan motif di balik tindakan tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus ini," katanya.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengecam tindakan penyiraman air keras tersebut dan meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku. "Kami mengecam tindakan penyiraman air keras tersebut dan meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik tindakan tersebut," katanya.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini masih dalam penyelidikan polisi. Polisi masih memburu pelaku dan mencari tahu motif di balik tindakan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan publik karena Andrie Yunus adalah aktivis yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
Dalam beberapa hari terakhir, Andrie Yunus memang terlihat aktif dalam mengkritik kebijakan pemerintah. Ia juga sering menghadiri acara-acara yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan demokrasi. Namun, polisi masih belum memastikan apakah motif penyiraman air keras tersebut terkait dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus ini. Mereka juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap kasus ini. Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera diselesaikan.


