IHSG Memangkas Pelemahan Signifikan pada Perdagangan Hari Ini

JatimVoice.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahan signifikan pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). IHSG ditutup turun 88,35 poin atau melemah 1,06% ke level 8.223,20, setelah sempat ambles hingga 10% pada awal perdagangan.
Sumber detikNews 


Dilansir dari berbagai sumber, sebanyak 521 saham turun, 214 naik, dan 73 tidak bergerak pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 68,18 triliun, melibatkan 99,11 miliar saham dalam 4,93 juta kali transaksi. Ini merupakan nilai transaksi harian terbesar sepanjang sejarah bursa, jika mengecualikan transaksi negosiasi.

Saham-saham blue chip tercatat menjadi nafas bagi IHSG memangkas pelemahan, dengan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA) kompak menguat mengerek IHSG ke dekat zona positif. Selain itu, saham-saham konglomerat juga ikut menarik ke atas kinerja indeks, dengan saham-saham milik Prajogo Pangestu ramai-ramai menguat signifikan.

Pemantulan indeks ini terjadi setelah pengambil kebijakan berkumpul merapatkan terkait aturan yang dikeluhkan oleh penyedia layanan indeks MSCI, yakni terkait free float di pasar modal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan reformasi terhadap regulasi menyusul keputusan Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight serta adanya peringatan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan mengambil serangkaian langkah lanjutan untuk merespons masukan dari MSCI terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan bahwa otoritas memandang pernyataan MSCI sebagai masukan konstruktif dan sinyal bahwa saham-saham Indonesia tetap dipandang potensial serta layak diinvestasikan bagi investor global.

Langkah-langkah yang akan diambil oleh OJK antara lain menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selain itu, OJK juga akan memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah 5% yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya.

Dengan rangkaian langkah ini, OJK menargetkan penguatan transparansi kepemilikan saham dan kepastian metodologi free float, sekaligus menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional di tengah dinamika evaluasi indeks global.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال