JatimVoice.com - Di balik segelas kopi murah meriah yang disajikan untuk warga Kota Malang, ada sederet cerita bertahan hidup yang tak pernah sederhana. Para penjual kopi keliling alias kopling di Kota Malang harus menghadapi tantangan hidup yang tidak mudah, mulai dari hujan dan panas yang tak pernah memilih waktu.
![]() |
| Sumber kompas.com |
Dilansir dari berbagai sumber, Sam, seorang penjual kopi keliling di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Malang, adalah salah satu contoh. Ia harus siap basah kuyup saat hujan dan tersengat terik saat matahari tepat di atas kepala. Bahkan, ketegangan juga kerap datang tanpa aba-aba.
Sam telah menjadi penjual kopi keliling selama bertahun-tahun dan telah hafal betul ritme jalanan di kawasan tersebut. Ia duduk beralas koran bekas, menunggu pelanggan datang, dan sesekali berpindah tempat untuk menghindari sengatan matahari yang perlahan menghitamkan kulit tangannya.
Bagi Sam, bekerja di jalan berarti harus siap menghadapi berbagai tantangan. Ia pernah diusir Satpol PP, payung diambil, aki diambil, dan kejar-kejaran juga kadang. Penghasilan Sam tak pernah benar-benar menetap, dengan gaji sekitar Rp 900 ribu per bulan, uang itu nyaris hanya singgah, sebelum habis untuk kebutuhan hidup.
Sam tinggal bersama ibu dan satu adiknya yang masih duduk di bangku SMP. Ayahnya telah lama berpulang, sejak dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia harus menyisihkan uang untuk membantu biaya sekolah sang adik, meskipun tidak banyak.
Latar belakang pendidikan yang hanya sampai SD membuatnya sadar bahwa pilihan perkerjaan baginya amat terbatas. "Cari kerja susah. Yang lulusan kuliah aja susah, apalagi saya," kata dia.
Meski hidup serba pas-pasan, Sam kerap menerima kebaikan kecil dari para pelanggan. Kopi murah yang ia jual justru sering dibayar lebih. "Harga Rp12 ribu, mereka bayar Rp15 ribu, nggak minta kembalian," tutur dia sembari tersenyum tipis.
Kehidupan penjual kopi keliling seperti Sam adalah contoh dari banyaknya orang yang harus berjuang untuk bertahan hidup di kota besar. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga keterbatasan sumber daya. Namun, mereka juga menunjukkan ketabahan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang ada.
Dalam menghadapi tantangan hidup, Sam dan para penjual kopi keliling lainnya menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekedar mencari nafkah, tetapi juga mencari cara untuk bertahan hidup dan memberikan yang terbaik bagi keluarga mereka.

