Jakarta, JatimVoice.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Kementerian Perhubungan) kini tengah fokus pada aspek proteksi penerbangan perintis di wilayah Papua. Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden penyerangan terhadap pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation jenis Cessna Grand Caravan PK-SNR di jalur Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu pada tanggal 11 Februari 2026 lalu.
![]() |
| Sumber CNBC Indonesia |
Dilansir dari berbagai sumber, penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, khususnya untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas dasar masyarakat di wilayah terpencil. Oleh karena itu, keamanan penerbangan perintis sangat krusial dan harus dijaga.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para maskapai untuk memperketat kewaspadaan saat terbang di zona berisiko tinggi, mengingat situasi di sana telah masuk dalam level bahaya ekstrem. "Penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga," ujar Lukman dalam rilis pers pada Selasa (17/2/2026).
Terkait insiden yang menimpa armada Smart Cakrawala Aviation tersebut, pihak Ditjen Hubud memberikan tiga poin penegasan. Pertama, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para maskapai untuk memperketat kewaspadaan saat terbang di zona berisiko tinggi. Kedua, sebagai langkah preventif, Ditjen Hubud memutuskan untuk menutup sementara layanan penerbangan di 11 titik (bandara, satuan pelayanan, maupun lapangan terbang) yang dinilai rawan hingga waktu yang belum ditentukan.
Lokasi-lokasi tersebut meliputi bandara-bandara yang terletak di wilayah terpencil dan rawan. "Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan," tutur Lukman.
Di sisi lain, terdapat 5 bandara yang statusnya dinilai rawan namun masih dalam kendali berkat penjagaan personel TNI/Polri, sehingga aktivitas penerbangan tetap bisa berjalan dengan pengawasan ketat terhadap dinamika di lapangan. Bandara-bandara tersebut adalah bandara-bandara yang terletak di wilayah yang relatif lebih aman.
Menindaklanjuti peristiwa penembakan, Ditjen Hubud telah merumuskan sejumlah langkah taktis, di antaranya memetakan profil risiko tiap bandara, merancang Prosedur Operasi Standar (SOP) khusus bagi kru pesawat di area rawan, serta bersinergi dengan Kemenko Polkam dan penegak hukum guna mengusut tuntas insiden tersebut sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.
"Ke depannya kami akan menekankan pentingnya penguatan dasar hukum penghentian sementara operasional apabila kondisi keamanan tidak terpenuhi, serta perlunya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memperkuat pelaksanaan angkutan udara perintis," kata Lukman.
Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Pihak otoritas berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai instansi guna memastikan konektivitas udara di Papua tetap mengedepankan prinsip keamanan maksimal.
"Penembakan pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation menorehkan luka yang mendalam bagi dunia transportasi udara, sekaligus mengingatkan kita betapa tingginya risiko bertugas di tanah Papua. Kami menyampaikan kembali belasungkawa yang mendalam atas gugurnya pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation saat bertugas. Mereka adalah pahlawan transportasi yang sesungguhnya," pungkas Lukman.
Dengan demikian, Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan penerbangan perintis di Papua, serta memastikan konektivitas udara di wilayah tersebut tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Tags
Nasional


