Jakarta, JatimVoice.com - Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pesan penting kepada para pemimpin negara-negara yang sedang berkonflik, khususnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Ayatullah Khamenei. Melalui akun Twitter @SBYudhoyono, SBY menyampaikan pandangannya terkait perundingan antara pemerintah AS dengan Iran yang sedang berlangsung di Jenewa, Swiss.
![]() |
| Sumber kompas.com |
Dilansir dari berbagai sumber, SBY menekankan bahwa negosiasi antara AS dan Iran sangat rumit dan tidak mudah untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak. "Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang," tulis SBY.
SBY juga menyoroti keunikan dua pemimpin tersebut, yakni Trump dan Khamenei, yang memiliki ambisi dan rasa percaya diri yang tinggi. Oleh karena itu, SBY menilai bahwa perundingan di Jenewa menjadi titik nadir yang sangat penting. Jika perundingan tidak membuahkan hasil, perang antara AS dan Iran dapat terjadi.
Namun, SBY juga mengingatkan bahwa terjadinya perang tidak dapat diprediksi dengan pasti. Ia menekankan bahwa para jenderal di kedua belah pihak akan terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya, sehingga Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang.
SBY secara khusus mengingatkan Trump terkait dengan pengalaman peperangan AS di masa lalu, seperti di Vietnam, Irak, dan Afghanistan. Ia menekankan bahwa kemenangan berperang tidak selalu berarti sebuah penaklukan. "Dalam teori perang, Amerika Serikat mungkin menang di Irak, tetapi bukan berarti Irak telah ditaklukan sepenuhnya," tulis SBY.
SBY juga menekankan bahwa Iran memiliki kesiapan yang lebih baik dari sisi senjata nuklir dibandingkan dengan Irak dan Afghanistan. "Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan," tulis SBY.
Pesan SBY ini dapat diartikan sebagai sebuah peringatan kepada para pemimpin dunia untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan perang. SBY menekankan bahwa perang dapat memiliki konsekuensi yang sangat besar dan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Oleh karena itu, para pemimpin dunia harus mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak pada keamanan dan keselamatan rakyat.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa perang antara AS dan Iran dapat memiliki dampak yang sangat besar pada keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, perundingan antara AS dan Iran sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.
Dalam jangka panjang, pesan SBY ini dapat menjadi sebuah pelajaran bagi para pemimpin dunia untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan perang. Dengan mempertimbangkan konsekuensi yang dapat terjadi, para pemimpin dunia dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan tidak berdampak negatif pada keamanan dan keselamatan rakyat.
Namun, untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak, diperlukan upaya yang sangat besar dan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak. Perundingan antara AS dan Iran harus dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan bebas dari tekanan dari pihak lain.
Dalam kesimpulan, pesan SBY ini dapat menjadi sebuah peringatan kepada para pemimpin dunia untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan perang. Dengan mempertimbangkan konsekuensi yang dapat terjadi, para pemimpin dunia dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan tidak berdampak negatif pada keamanan dan keselamatan rakyat. Oleh karena itu, perundingan antara AS dan Iran sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.
Tags
Nasional


