Pemprov Jatim Optimistis Capai Target Investasi Rp147,7 Triliun di Tengah Konflik Geopolitik

Surabaya, JatimVoice.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis target investasi tahun 2026 sebanyak Rp147,7 triliun dapat tercapai di tengah gelombang konflik geopolitik di Timur Tengah. Dilansir dari berbagai sumber, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, mengatakan bahwa kondisi global yang tidak menentu menjadi perhatian serius terhadap iklim investasi di Jatim.
Sumber suarasurabaya.net


"Targetnya di tahun 2026 ini Rp147,7 triliun. Jadi sebenarnya kita ya paling tidak harus melampaui itu atau sama," ujarnya, Rabu (18/3/2026). Erma menjelaskan bahwa situasi konflik global yang memanas berpotensi memengaruhi psikologis investor, khususnya untuk investasi berskala besar di sektor penanaman modal asing (PMA).

Namun, sejauh ini, Erma menyatakan bahwa belum ada dampak signifikan terhadap realisasi investasi di Jatim. Sebab, sebagian besar investasi yang berjalan pada 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen investor yang sudah masuk pada tahun 2025. "Mereka sudah ada beberapa yang masuk dari 2025, paling tidak ada yang nambah," ucapnya.

Meski begitu, Erma menyebut ada sejumlah investor besar yang belum menentukan keputusan berinvestasi pada tahun ini. Kata dia, mereka cenderung wait and see dalam melihat ketidakpastian global. Untuk mengantisipasi dampak kondisi tersebut, Pemprov Jatim kini mendorong penguatan investasi skala kecil dan menengah.

"Kita jaga kepercayaan mereka supaya mau berinvestasi. Kita layani dengan baik, kalau ada masalah kita selesaikan," jelasnya. Di sisi lain, Pemprov Jatim terus berupaya menjaga iklim dan stabilitas investasi di daerah untuk mempertahankan investor yang sudah ada sekaligus menarik investor baru.

Investasi yang masih menjadi tumpuan bagi Jatim meliputi smelter, industri makanan, industri kimia, industri aluminium hingga berbagai industri logam. "Itu adalah promosi yang cukup manjur untuk mereka tetap bertahan, karena iklim ini baik, dan mengundang investor lain untuk datang," tandas Erma.

Pemprov Jatim juga berencana untuk meningkatkan promosi investasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor. Dengan demikian, diharapkan target investasi Rp147,7 triliun dapat tercapai dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim. Selain itu, Pemprov Jatim juga berharap bahwa investasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam upaya meningkatkan investasi, Pemprov Jatim juga berencana untuk meningkatkan kerja sama dengan pihak lain, baik domestik maupun internasional. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas investasi di Jatim.
Baca juga:
Berita sebelumnya Berita berikutnya

Advertorial »

نموذج الاتصال