JatimVoice.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan kunjungan resmi ke China pada Rabu pekan ini, dengan tujuan memulihkan hubungan kedua negara dan meningkatkan kerja sama ekonomi. Kunjungan ini menuai reaksi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengingatkan Inggris tentang bahaya berurusan dengan China.
![]() |
| Sumber kompas |
Dilansir dari berbagai sumber, Starmer dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral selama lebih kurang tiga jam di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada Kamis (29/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Starmer menyatakan bahwa hubungan Inggris dengan China berada dalam kondisi yang baik dan kuat. Starmer juga mengumumkan manfaat ekonomi yang akan diperoleh dari pemulihan hubungan dengan China.
Namun, pernyataan Starmer ini memunculkan reaksi dari Trump, yang menyatakan bahwa Inggris membuat kesalahan besar dengan memperkuat hubungan ekonomi dengan China. "Ya, itu sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu," kata Trump kepada wartawan.
Trump juga melontarkan peringatan senada kepada Kanada, yang juga berencana meningkatkan kerja sama ekonomi dengan China. "Kanada tidak dalam kondisi baik. Mereka dalam kondisi sangat buruk dan Anda tidak bisa melihat China sebagai jawabannya," imbuh Trump.
Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif pada Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan ekonomi dengan China. Kesepakatan ekonomi itu disepakati Kanada dan China dalam kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke Beijing pertengahan Januari lalu.
Starmer tidak terlalu peduli dengan kritikan Trump dan tetap melanjutkan lawatan empat harinya di China. Dalam lawatan itu, Starmer menghadiri pertemuan Forum Bisnis Inggris-China di Bank of China di Beijing. Dalam agenda itu, Starmer menyatakan bahwa pertemuan yang sangat hangat dengan Xi memberikan kesepahaman sebagaimana diharapkan.
Starmer dan Xi juga menyepakati perjanjian bebas visa dan tarif wiski yang lebih rendah. Selain itu, ada pula rencana investasi senilai 10,9 miliar pound sterling oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di China.
Ketua Kamar Dagang Inggris di China, Chris Torrens, menyatakan bahwa kunjungan Starmer ke Beijing sebagai berhasil. "Masuk akal bagi Inggris untuk memperhatikan China karena China adalah salah satu mitra dagang terbesarnya," kata Torrens.
Starmer juga menyatakan bahwa Inggris tidak perlu memilih antara hubungan yang lebih dekat dengan AS atau dengan China. Ia lalu menyoroti kunjungan Trump ke Inggris pada bulan September 2025 yang membawa masuk investasi AS sebesar 150 miliar pound sterling.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa upaya Starmer dengan China kemungkinan besar tidak akan membuahkan hasil. "China adalah eksportir terbesar dan mereka sangat, sangat sulit ketika Anda mencoba mengekspor kepada mereka," katanya.
Perjalanan Starmer ke China juga menuai kritikan dari anggota parlemen oposisi. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama pemimpin Inggris sejak 2018.
Menteri Dalam Negeri bayangan, Chris Philp, menyatakan bahwa Starmer "pergi ke Beijing untuk menjilat Presiden Xi". Ia juga menuduh pemerintah menukar keamanan nasional Inggris dengan "remah-remah ekonomi" dari meja China.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Inggris-China telah mengalami pasang surut. Namun, kunjungan Starmer ke China menandai upaya baru untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Apakah upaya ini akan berhasil atau tidak, hanya waktu yang akan menjawab.
Tags
Internasional
:quality(75)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/01/30/a1905020-2ec6-4489-a7ee-ca72065491a6_jpg.jpg)
