Bandung, JatimVoice.com - Tanah longsor yang melanda wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, telah menyebabkan 8 orang meninggal dunia. Hingga pukul 10.30 WIB, puluhan warga dilaporkan selamat, namun 82 orang masih dalam proses pencarian.
![]() |
| Sumber detikinet |
Dilansir dari berbagai sumber, peristiwa longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban. Kabupaten Bandung Barat saat ini dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor, yang ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026. BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat.
Dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah untuk menurunkan intensitas curah hujan. OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman. Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.
Berita ini telah mengalami pembaruan setelah BNPB mengoreksi rilis, dari sebelumnya korban meninggal 7 orang menjadi 8 orang. Informasi terbaru ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memahami situasi terkini dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi potensi bencana.
Tags
Nasional

