Ayatollah Ali Khamenei: Serangan AS Bisa Picu Perang Regional

Teheran, JatimVoice.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) jika berani memulai serangan terhadap negaranya. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (2/2/2026), Khamenei menegaskan bahwa serangan AS dapat memicu perang regional yang berdampak luas.
Sumber detik.com


Dilansir dari berbagai sumber, Khamenei menyatakan bahwa AS harus memahami konsekuensi dari tindakan mereka. "Amerika Serikat harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini bisa menjadi perang regional," kata Khamenei. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks meningkatnya tensi antara Iran dan AS terkait ambisi nuklir Iran dan penindasan protes anti-pemerintah di negara tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran sedang dalam 'pembicaraan serius' dan berharap hasil dari pembicaraan tersebut dapat diterima oleh semua pihak. Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa pihaknya yakin dapat mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Teheran. Araghchi juga mengkritik AS yang dianggapnya berusaha mendikte bagaimana angkatan bersenjata Iran harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri.

Dalam beberapa hari terakhir, AS telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut dengan mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke Laut Arab. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan kekuatan dan mengintimidasi Iran. Namun, Khamenei dengan tegas menyatakan bahwa bangsa Iran tidak akan takut dengan ancaman-ancaman tersebut. "(Trump) sering mengatakan bahwa dia mengirim kapal... Bangsa Iran tidak akan takut dengan hal-hal ini," tambah Khamenei.

Sementara itu, Iran diperkirakan akan memulai latihan militer laut dengan tembakan langsung selama dua hari pada Minggu di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan rute kunci untuk pasokan energi. Namun, pada Minggu, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak memiliki rencana untuk mengadakan latihan semacam itu.

Iran sebelumnya pernah mengancam akan menutup Selat Hormuz jika diserang. AS pun telah memperingatkan Iran agar tidak melakukan 'perilaku yang tak aman dan tidak profesional' di dekat pasukannya di wilayah tersebut. Dengan meningkatnya tensi antara Iran dan AS, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi ini dengan seksama.

Dalam konteks ini, pernyataan Khamenei dapat dianggap sebagai peringatan keras kepada AS dan negara-negara lain yang berpotensi melakukan serangan terhadap Iran. Dengan kekuatan militer yang kuat dan dukungan rakyat, Iran tampaknya siap menghadapi setiap skenario yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan mencari solusi damai untuk menyelesaikan konflik ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah meningkatkan kemampuan militernya dan memperkuat posisinya di kawasan. Negara ini juga telah memperluas pengaruhnya di negara-negara tetangga dan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki kepentingan serupa.

Dengan demikian, perang regional yang disebutkan oleh Khamenei bukanlah skenario yang tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, semua pihak harus sangat berhati-hati dan berusaha untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara yang damai dan bijak.

Dalam situasi yang sangat tegang ini, komunitas internasional harus terus memantau perkembangan situasi dan berusaha untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara yang damai. Semua pihak harus menahan diri dan berusaha untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Dengan demikian, diharapkan bahwa situasi ini dapat diselesaikan dengan cara yang damai dan bijak, dan tidak akan terjadi perang regional yang dapat berdampak luas pada kawasan dan dunia.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال