Malang, JatimVoice.com - Musisi dan aktivis sosial, Noe Letto, hadir sebagai pembicara dalam acara konser amal Jazz Parlemen DPRD Kabupaten Malang, Minggu (1/2/2026) malam. Dalam dialog terbuka dengan pakar Komunikasi Politik, Dr. Suko Widodo, Noe Letto menyampaikan beberapa sentilan kritis terkait peran dewan dan pemerintah dalam melayani rakyat.
![]() |
| Sumber jatimtimes |
Dilansir dari berbagai sumber, Noe Letto menyinggung nilai mendasar dari Pancasila, yaitu gotong royong. Ia mengapresiasi adanya konser amal Jazz Parlemen yang diinisiasi DPRD Kabupaten Malang, namun juga menekankan bahwa gotong royong harus muncul lebih sistemik, bukan hanya saat terjadi bencana. "Akan tetapi, gotong royong itu mestinya bisa muncul lebih sistemik. Jangan hanya menunggu, karena setelah terjadi bencana," sentil Noe.
Dalam dialog yang sama, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, dan anggota dewan lainnya dari sejumlah Fraksi menyampaikan tanggapan mereka terkait komitmen dewan pada rakyat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Golkar, Sudarman, menyatakan bahwa anggota dewan tidak asing dengan rakyat, karena sudah setiap hari bersinggungan dengan masyarakat di desa.
Namun, Noe Letto memberikan tanggapannya bahwa semua kembali pada soal trust (kepercayaan) rakyat pada pemerintah dan wakil rakyat. "Trust pada transparansi, konsistensi dan integritas yang harus jaga. Jangan sampai ini hilang. Karena akan susah untuk meyakinkan kembali," kata seniman pria yang kini menjadi Tenaga Ahli Bidang Pertahanan RI ini.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Suko Widodo menyinggung kebesaran dan kejayaan Malang, yang tidak lepas dari sejarah dan budaya lokal. Ia berharap bahwa acara seperti konser amal Jazz Parlemen dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dengan demikian, diharapkan bahwa dialog terbuka ini dapat menjadi awal untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta meningkatkan kepercayaan rakyat pada pemerintah dan wakil rakyat. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan transparansi, konsistensi, dan integritas dalam pelayanan publik.
Dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan rakyat pada pemerintah dan wakil rakyat telah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan adalah dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
Dengan demikian, diharapkan bahwa kepercayaan rakyat pada pemerintah dan wakil rakyat dapat meningkat, dan pelayanan publik dapat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan kepercayaan rakyat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Noe Letto juga menekankan bahwa gotong royong harus menjadi budaya dalam masyarakat. "Gotong royong harus menjadi budaya dalam masyarakat, bukan hanya saat terjadi bencana," kata Noe.
Dengan demikian, diharapkan bahwa gotong royong dapat menjadi budaya dalam masyarakat, dan masyarakat dapat menjadi lebih kuat dan resilien dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta meningkatkan kepercayaan rakyat pada pemerintah dan wakil rakyat.
Tags
Politik

