Jakarta, JatimVoice.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung baru-baru ini melempar candaan ke Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) tentang gaya kepemimpinan. Pramono mengatakan bahwa dia dan JK lebih memilih membuat kebijakan daripada masuk gorong-gorong saat kerja bakti.
![]() |
| Sumber detik.com |
"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya nggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," canda Pramono.
Namun, anggota Komisi D DPRD DKI Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menyebutkan bahwa melihat langsung situasi di lapangan juga dibutuhkan dalam praktik kepemimpinan. "Melihat langsung situasi di lapangan itu penting, terutama di musim penghujan di Jakarta, di mana saluran air, selokan, gorong-gorong dan sungai sangat menentukan bagaimana banjir bisa terjadi atau dicegah," kata Bun Joi.
Bun Joi juga menyinggung kepemimpinan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang sempat menjabat Gubernur Jakarta dan terjun langsung ke gorong-gorong. Menurut dia, hal itu adalah aksi nyata mendengar keluhan warga.
"Banyak pemimpin (termasuk Presiden Joko Widodo ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta) turun langsung ke selokan atau gorong untuk memahami kondisi teknis dan mendengar langsung keluhan warga. Ini tidak hanya simbolik, tetapi sering memberikan insight nyata tentang masalah yang dihadapi," ujar Bun Joi.
Dilansir dari berbagai sumber, Pramono sendiri menyampaikan bahwa kalau sesekali ia masuk gorong-gorong pun ia siap, tetapi itu mungkin akan mengejutkan media dan publik. "Ucapan tersebut jelas bersifat jenaka dan situasional, bukan sebuah sikap resmi bahwa pemimpin harus 'tidak turun ke lapangan'," kata Bun Joi.
Sementara itu, JK menyebutkan masyarakat harus ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota. Menurut dia, hak itu tidak hanya menjadi tanggung jawab gubernur.
"Karena yang kotorin Jakarta kita juga, yang bersihkan harus kita juga," kata JK.
JK kemudian mengungkit banjir yang kerap terjadi di Jakarta. Menurut dia, saat banjir seluruh warga turut terkena dampaknya, terlebih masyarakat kecil.
"Jangan lupa begitu banjir yang kena lebih banyak rakyat kecil. Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil, jadi kita harus bertanggung jawab untuk itu," ungkap JK.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga meminta kepada seluruh warga Jakarta untuk bertanggung jawab pada rumahnya masing-masing. "Artinya, semua selokan di muka rumahnya, apakah kantornya, apa rukonya, harus dia bersihkan. Harus bersih sendiri, kalau tidak, banjir kena dampaknya ke kita sendiri," lanjut dia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pramono dan JK memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, namun keduanya sepakat bahwa masyarakat harus ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota.
Tags
Pemerintahan

