Presiden Prabowo Subianto Undang Eks Menlu dan Wakil Menlu ke Istana, Bahas Politik Luar Negeri

Jakarta, JatimVoice.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah eks Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Wakil Menlu ke Istana pada Rabu, 4 Februari 2026. Beberapa tokoh yang hadir termasuk Menlu RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa, Menlu RI periode 2014-2024 Retno Marsudi, dan Wakil Menlu periode 2014 Dino Patti Djalal.
Sumber CNBC Indonesia 


Dilansir dari berbagai sumber, para tamu mulai tiba di kawasan Istana sekitar pukul 14.15 WIB. Marty Natalegawa yang menggunakan mobil Mercedes Benz berwarna coklat mengatakan bahwa dia hanya mendapat undangan dari Presiden. "Saya hanya mendapat undangan saja dari Presiden," kata Marty kepada wartawan.

Retno Marsudi yang tiba tak lama sesudahnya juga tidak banyak berkomentar. "Nanti saja ya, thank you," katanya singkat. Sementara itu, Dino Patti Djalal mengungkapkan bahwa undangan yang dia terima terkait dengan politik luar negeri, termasuk isu Palestina. "Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, including Palestina," tegas Dino.

Selain eks Menlu dan Wakil Menlu, Menlu saat ini Sugiono dan para Wakil Menlu-nya juga hadir dalam pertemuan tersebut. Sejumlah pihak meyakini bahwa pertemuan ini terkait dengan diskusi bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian/BoP), sebuah badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Wakil Menlu saat ini Arrmanatha Nasir sebelumnya membenarkan bahwa akan ada pertemuan hari ini yang dihadiri Sugiono, para wakilnya, beserta para mantan pejabat Menlu dan Wakil Menlu. "Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, Wakil Menlu, juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi," kata Arrmanatha. Meskipun tidak membeberkan secara rinci, Arrmanatha mengatakan bahwa pembahasan yang akan dilakukan terkait dengan geopolitik.

Pertemuan ini dianggap penting karena melibatkan para tokoh yang memiliki pengalaman dalam politik luar negeri. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh perspektif yang lebih luas dan komprehensif dalam membahas isu-isu geopolitik yang dihadapi Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah meningkatkan perannya dalam politik luar negeri, termasuk dalam organisasi internasional seperti ASEAN dan PBB. Oleh karena itu, pertemuan ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam politik luar negeri dan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat diperoleh kesepakatan dan keputusan yang dapat meningkatkan peran Indonesia dalam politik luar negeri. Selain itu, pertemuan ini juga dapat menjadi kesempatan bagi para tokoh untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam politik luar negeri.

Dalam jangka panjang, diharapkan pertemuan ini dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam meningkatkan posisinya dalam politik luar negeri dan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, pertemuan ini dianggap penting dan strategis bagi Indonesia dalam meningkatkan perannya dalam politik luar negeri.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال