Puan Maharani Bela Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian Gaza

Jakarta, JatimVoice.com - Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani membela Presiden RI Prabowo Subianto yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kehadiran Prabowo dalam forum internasional ini menuai sorotan karena Israel menjadi salah satu anggota BoP, meskipun masih melakukan serangan terhadap Palestina.
Sumber kompas.com


Puan Maharani menekankan bahwa Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai negara bebas aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, kehadiran Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian Gaza bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menjalankan politik bebas aktif.

"Ya, yang pertama, bagaimana kemudian posisi kita, Indonesia, tetap bisa sejalan dengan posisi bebas aktif," ujar Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Puan menjelaskan bahwa Prabowo memiliki visi untuk mendukung Palestina melalui BoP dan menjalankan politik bebas aktif dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina. Dia juga menekankan bahwa Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina meskipun dalam posisi bebas aktif.

"Kemudian, tentu saja kehadiran Presiden di situ untuk tetap mendukung kemerdekaan Palestina, bagaimana dan seperti apa, saya rasa Presiden sudah memiliki visi untuk bisa mendukung dan menjalankan politik bebas aktif tersebut dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina," jelasnya.

Saat ditanya apakah perjuangan Indonesia untuk memerdekakan Palestina menjadi lebih menantang, Puan kembali menjawab normatif. Menurutnya, posisi Indonesia tetap jelas dan Presiden sudah menyatakan bahwa Indonesia dalam posisi bebas aktif, namun tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Kan sudah jelas posisi kita, dan Presiden sudah mengatakan Indonesia dalam posisi bebas aktif, namun tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina," imbuh Puan.

Dilansir dari berbagai sumber, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukannya tidak akan bergeser sejengkal pun dari posisi mereka di Gaza saat ini. Pernyataan keras ini disampaikan Katz meskipun rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memasuki fase kedua.

Katz menyatakan bahwa Israel tetap akan menduduki wilayah yang disebut sebagai "Garis Kuning" di Gaza timur sampai Hamas sepenuhnya melucuti senjatanya. "Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun dengan terowongan. Slogannya sederhana: sampai terowongan terakhir," ujar Katz dalam konferensi yang diselenggarakan oleh surat kabar Yedioth Ahronoth, Selasa (17/2/2026).

"Garis Kuning" merujuk pada titik di mana pasukan Israel menarik diri ke wilayah timur Gaza selama fase pertama rencana perdamaian Trump. Berdasarkan jadwal fase kedua yang dimulai bulan lalu, Israel seharusnya mulai menarik pasukannya secara bertahap dari garis tersebut. Namun, Katz menekankan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama di atas jadwal penarikan tersebut.

"Kami tidak akan bergerak dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti, baik dari senjata, terowongan, maupun hal lainnya," klaimnya.

KTT Dewan Perdamaian Gaza yang dihadiri oleh Prabowo Subianto merupakan salah satu upaya internasional untuk menyelesaikan konflik di Gaza. Namun, kehadiran Israel dalam forum ini menuai sorotan karena masih melakukan serangan terhadap Palestina. Oleh karena itu, Puan Maharani membela kehadiran Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian Gaza sebagai upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menjalankan politik bebas aktif.

Dalam konteks ini, Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai negara bebas aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, kehadiran Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian Gaza merupakan salah satu upaya untuk menjalankan politik bebas aktif dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Dalam beberapa tahun terakhir, konflik di Gaza telah menjadi salah satu isu internasional yang paling kompleks dan sulit diselesaikan. Oleh karena itu, upaya internasional untuk menyelesaikan konflik ini sangat diperlukan. KTT Dewan Perdamaian Gaza yang dihadiri oleh Prabowo Subianto merupakan salah satu upaya internasional untuk menyelesaikan konflik di Gaza.

Namun, kehadiran Israel dalam forum ini menuai sorotan karena masih melakukan serangan terhadap Palestina. Oleh karena itu, Puan Maharani membela kehadiran Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian Gaza sebagai upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menjalankan politik bebas aktif.

Dalam jangka panjang, diharapkan bahwa KTT Dewan Perdamaian Gaza dapat menjadi salah satu upaya internasional untuk menyelesaikan konflik di Gaza. Oleh karena itu, Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai negara bebas aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Also Read:
Previous Post Next Post

Advertorial »

نموذج الاتصال