Jakarta, JatimVoice.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa Iran telah memberi sinyal positif untuk mengizinkan kapal tanker Indonesia melewati Selat Hormuz. Saat ini, dua kapal Indonesia milik Pertamina masih tertahan di Teluk Arab atau Teluk Persia dan belum bisa melewati Selat Hormuz.
![]() |
| Sumber kompas.tv |
Dilansir dari ANTARA, Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Mulachela, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan koordinasi dengan pihak Iran untuk keselamatan kedua kapal itu. Nabyl mengatakan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintahan Indonesia untuk membiarkan kedua kapal itu lewat.
Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Langkah tindak lanjut telah dilakukan terkait aspek teknis dan operasional. Namun, Nabyl belum bisa memberikan waktu pasti kapan kapal-kapal tanker tersebut bisa melalui Selat Hormuz.
Sebelumnya, PT Pertamina telah memastikan keselamatan awak kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz. PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Pertamina Pride dilaporkan dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga. Saat ini, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia.
Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Penutupan Selat Hormuz membuat pasokan energi dunia mengalami hambatan. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur pasokan sekitar 20 persen minyak bumi dan gas alam global. Akibatnya, harga bahan bakar di beberapa negara di dunia terus meningkat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rabu (4/3/2026) mengeklaim bahwa terjebaknya dua kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah mencari alternatif sumber energi di AS.
Dengan adanya sinyal positif dari Iran, diharapkan kapal tanker Indonesia dapat segera melewati Selat Hormuz dan melanjutkan perjalanan mereka dengan aman. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak Iran untuk memastikan keselamatan kapal-kapal tersebut.
Dalam kesempatan ini, Vahd Nabyl Mulachela juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir tentang keselamatan kapal-kapal tanker Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya maksimal untuk memastikan keselamatan kapal-kapal tersebut dan berharap dapat segera menyelesaikan masalah ini.
Dengan demikian, diharapkan situasi ini dapat segera berakhir dan kapal-kapal tanker Indonesia dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan aman dan lancar.
Tags
Nasional


