Jakarta, JatimVoice.com - Sebanyak 178.981 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 806.242 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 155.543 siswa lolos di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akademik dan 23.438 lolos di PTN vokasi.
![]() |
| Sumber detik.com |
Dilansir dari berbagai sumber, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Prof Eduart Wolok mengatakan bahwa mayoritas siswa diterima di prodi pilihan 1. Pada prodi di PTN akademik, jumlah siswa yang lolos prodi pilihan 1 yakni sebanyak 142.212 peserta, sedangkan yang diterima di prodi pilihan 2 sebanyak 13.331 peserta.
Berdasarkan data SNPMB, 10 fakultas dan prodi pilihan 1 terfavorit para peserta SNBP 2026 di PTN akademik didominasi prodi rumpun kesehatan, yakni kedokteran atau pendidikan dokter, ilmu keperawatan, dan farmasi. Pilihan ini disusul prodi-prodi teknik dan hukum.
Beberapa PTN yang dikenal sebagai 'kampus keguruan' atau berasal dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) di daerahnya masuk 10 besar PTN akademik dengan peminat terbanyak pada SNBP tahun ini. Tiga di antaranya bahkan masuk top 5 PTN favorit jalur SNBP 2026.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok mengatakan bahwa animo ini antara lain dipengaruhi lokasi kampus yang berada di provinsi padat penduduk, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ia menambahkan bahwa kendati dikenal menyediakan pendidikan tinggi terkait keguruan, kampus-kampus ini juga bertransformasi menjadi universitas dengan prodi lebih beragam, termasuk kedokteran.
"Ini mengindikasikan bahwasannya kualitas perguruan tinggi di Indonesia semakin merata dan itu bisa dilihat dari animo pendaftar yang juga makin merata," ucapnya pada konferensi pers hasil SNBP dan KIP Kuliah di Kantor Kemdiktisaintek, Jl Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Adapun 64.471 siswa yang lolos SNBP 2026 merupakan pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Adapun pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP dan eligible KIP Kuliah tahun ini sebanyak 33.045 siswa.
Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan (PPAPT) Kemdiktisaintek Prof Sandro Mihradi mengatakan bahwa jika pendaftar KIP Kuliah lolos SNBP 202, daftar ulang di PTN penerima. Kemudian, tunggu proses verifikasi dan validasi kampus masing-masing berdasarkan dokumen pendaftaran.
"Memang metodenya diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi negeri. Namun tentu saja ini sesuai dengan data yang memang mereka upload, mereka masukkan ke dalam sistem," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Ia menggarisbawahi bahwa tahapan ini guna memastikan penerima memang berhak mendapat bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan tunjangan hidup.
"Jadi verifikasi dan validasi ini sebenarnya salah satu bentuk kehati-kita juga untuk mengkonfirmasi, memastikan bahwa memang kita ini tetap tepat sasaran," imbuhnya.
Dengan demikian, hasil SNBP 2026 diharapkan dapat membantu siswa dalam memilih perguruan tinggi yang tepat dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tags
Pendidikan


